Dari Saya · Harian · Tulisan

Yang Ada Hanya Tuan

Dengar, Tuan. Hari ini aku merasa lapar, sangat amat. Kupikir karena aku sudah tidak makan apapun selama berpuluh-puluh purnama kecuali angan. Lalu aku pergi keluar, melihat-lihat kalau saja ada yang bisa kujadikan hidangan. Dan aku menemukannya, Tuan. Dengan mudah. Dan tidak hanya satu-dua, melainkan banyak. Aku ingin segera melahapnya. Lalu merasakan laparku selangkah demi selangkah,… Continue reading Yang Ada Hanya Tuan

Dari Saya · Harian · Tulisan · Uncategorized

Sobat yang Tidak Berhenti Menguatkan

Aku punya bahu yang kuat. Tadinya tidak begitu. Ya ampun, aku ini tukang mengeluh. Cengeng, lembek, payah. Kemudian, Tuhan meletakkan di sampingku, seorang sobat. Kami mengobrol berjam-jam, menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan bersama-sama, berdebat dan tertawa bersama. Ia sibuk setengah gila, tapi tidak mengeluh atas jam-jam mendengarkan keluhanku atau menjelaskan padaku sesuatu. Sering, aku bercerita tentang hari, bagaimana aku… Continue reading Sobat yang Tidak Berhenti Menguatkan

Dari Saya · Harian · Tulisan

Malam Pergi, Hari Datang

Suatu hari, kamu bertanya pada Malam, kapan ia pergi. “Nanti,” begitu ia menjawab. “Apakah masih lama?” kamu bertanya lagi. Malam mengangkat bahu. “Sesukaku,” jawabnya, kemudian duduk menyelonjorkan kaki dan menyandarkan punggung. Ah, ini akan lama, pikirmu. Kamu tidak pernah suka Malam. Ia kelam. Cahaya yang ia bawa hanya bintang-bintang yang berkelip dari tempat yang sangat… Continue reading Malam Pergi, Hari Datang

Dari Saya · Harian · Tulisan

Puasa Selamanya

  Pemakaman ramai. Hal yang lazim di hari-hari menjelang bulan puasa. Lebih dari sepertiga warga di kota Dila punya budaya nyekar sebelum bulan puasa. Termasuk juga, Dila. Gadis itu berjalan, menuju pusara yang ia hapal letaknya karena frekuensi kunjungannya yang tinggi. Beberapa kali ia menyapa teman-teman yang berpapasan dengannya. Ia merasa beruntung tidak ada satupun… Continue reading Puasa Selamanya

Dari Saya · Harian · Tulisan

Selintas ucapan

Hai, sudah lama ya tidak ada sua. Aku masih sibuk mengurus diriku sendiri, yang masih kelabakan dengan urusan-urusan remeh. Aku masih mematangkan diri, karena ya ampun, aku mentah sekali. Masih begitu naif dan butuh belajar banyak. Langkahku juga masih terseok, dan aku selalu mencoba untuk berjalan lebih tegak. Kadang aku melihatmu begitu jauh, begitu tidak… Continue reading Selintas ucapan

Dari Saya · Harian · Tulisan

Menjadi Asing

Kepada: seorang sahabat Halo, Sobat. Membersamaimu di sisa hari ini (dan kemarin, kemarinnya lagi, minggu lalu, dan entah berapa banyak lagi sepanjang belasan purnama yang sudah lewat) membuat aku berpikir, apakah hari ini akan terpatri menjadi kenang, atau berlalu diiring lupa? Jauh sebelum hari ini, kita pernah saling kenal, Sob. Aku sendiri lupa. Ada seseorang… Continue reading Menjadi Asing

Dari Saya · Harian · Tulisan

Perpisahan, Pelepasan

Gua kaga sedih, Prit. Itu kata-kata seorang teman ketika beberapa minggu lalu, sebut saja, perpisahan. Menanggapinya, aku tertawa, menggeleng. “Gua juga nggak,” aku nyengir. Kemudian melambai dadah-dadah ceria sebelum akhirnya berlalu. Aku pergi, dengan bahagia. Perpisahan membuatku bahagia. Teman ini, dan teman-teman lainnya, adalah rekan-rekan yang menyenangkan. Aku sungguh-sungguh bersyukur pernah mengenal dan berada di… Continue reading Perpisahan, Pelepasan

Dari Saya · Harian · Tulisan

Dompet Jins: Perca dan Tiga Ribu Perak

Halo! Ini Dons, dompet jins yang selalu nyengir, baik ketika dirinya gendut ataupun kerempeng. Kalau ia sedang kerempeng, alias tipis, katanya, “Aku senang, Prit, karena nggak sesak. Kantong-kantongku lega.” Tapi, dia juga tetap nyengir meski sedang gendut. Aku pernah tanya, “Kenapa kau tetap nyengir begitu, Dons? Bukannya gendut membuatmu sesak?” Lalu Dons menjawab–sambil nyengir pula–“Sebenarnya… Continue reading Dompet Jins: Perca dan Tiga Ribu Perak

Dari Saya · Harian · Tulisan

Angin Itu Berwarna

Angin itu berwarna, katamu hari itu. Kamu memberitahuku bahwa aku hanya perlu memicingkan mata lebih tajam lagi. Hari itu, kubilang padamu: aku tidak percaya dengan kata-kata siapapun, termasuk kamu. Tidak percaya dengan kata-kata siapapun, kecuali diriku sendiri. Bahkan, aku seringkali tidak percaya dengan apa yang keluar dari mulutku. Mulut, meski milikku sendiri, kadang masih tidak… Continue reading Angin Itu Berwarna