Dari Saya · Harian · Tulisan

Dompet Jins: Perca dan Tiga Ribu Perak

cover

Halo! Ini Dons, dompet jins yang selalu nyengir, baik ketika dirinya gendut ataupun kerempeng.

Kalau ia sedang kerempeng, alias tipis, katanya, “Aku senang, Prit, karena nggak sesak. Kantong-kantongku lega.”

Tapi, dia juga tetap nyengir meski sedang gendut. Aku pernah tanya, “Kenapa kau tetap nyengir begitu, Dons? Bukannya gendut membuatmu sesak?” Lalu Dons menjawab–sambil nyengir pula–“Sebenarnya aku sedih, karena yang membuatku gendut adalah bon dan koin gopek, bukan lembaran lima puluh ribu. Tapi gendutku bikin aku nggak muat masuk saku. Aku lega bisa lepas dari saku baumu, Prit.”

***

Jadi, itu tadi dompet sakuku yang terbuat dari perca jins. Ditambah sedikit kancing dan jahitan untuk membuat cengiran Dons. Aku senang sekali, akhirnya punya dompet saku. Sebab, dompet-dompetku sebelumnya panjang-panjang dan cukup makan tempat dan berat juga. Ada sih, dompet saku pink gambar Princess, tapi tempat koinnya sempit sekali.

Dompet-dompet sebelumnya

Aku pengen punya dompet saku. Jadi, aku pergi ke pasar dan melihat-lihat banyak dompet saku. Tapi ya ampun, semua modelnya maskulin! Wah, padahal mauku dompet yang unyu-unyu feminim gitu. Ada sih, satu-dua yang desainnya cantik dan kapasitas kantongnya sesuai, tapi harganya kemahalan. Lebih baik buat aku beli kartu pos. Huf, nggak jadi beli deh.

Sama halnya seperti agenda–tidak pernah ada yang cocok sehingga aku harus bikin sendiri–aku berpikir gimana caranya aku bisa bikin dompet saku. Yang tentu aja, dengan desainnya unyu dan kapasitas kantongnya pas.

Kemudian, aku memutuskan untuk membuatnya dari barang-barang ini:

Yang kurang dalam foto: ritsleting pendek dan kancing

 

Cukup itu, kurasa. Untuk alat bantunya, aku butuh jarum jahit, jarum pentul, spidol, dan penggaris.

Mulanya, aku merancang pola. Corat-coret di kertas, berapa panjang dan lebar kain, berapa kantong yang kubutuh, dan bagaimana bentuknya nanti. Hingga, dapat pola seperti ini yang dapat kuaplikasikan pada perca jins. Kemudian, ukurannya mulai kupindahkan ke lembaran perca jins. Aku mengguntingnya jadi 2 lembar yang masing-masing berukuran 25 cm x 20cm. Karena tepiannya berantakan, aku minta bantuan penjahit untuk mengobrasnya (setelah selesai diobras, kurasa seharusnya dineci, lebih rapi).

 

Setelahnya, aku menjahit muka Dons. Sebelumnya, aku menggambar mata dan mulutnya pakai spidol, untuk acuan menjahit.

muka-dons

 

Kemudian, aku melipatnya sesuai pola yang kubuat, jadi seperti ini:

lipatan

Karena dompet ini nantinya akan jadi 3 lipatan, maka aku membaginya menjadi 3 dan kujahit. Aku menjahit dari sebelah kiri, karena bagian ini lebih repot, ada kantong ritsletingnya. Ritsleting yang dibutuhkan cukup 7 cm. Karena lipatan tadi, maka ada tiga sekat. Di bagian kanan ini, ada sekat untuk kartu (paling depan), kantong koin dengan ritsleting (tengah), dan sekat lain untuk simpan catatan.

tempat-koin

sisi-kiri
Sisi kiri dompet

Selanjutnya, kujahit sebelah kanan. Dua sekat di bagian belakang kubiarkan tidak dijahit, agar jadi kantong memanjang untuk simpan uang kertas. Dan selesai! Jadi seperti ini:

preview

dibentangin

dari-atas

Sayanngnya, karena bahan utamanya perca jins aja, tidak pakai bahan yang lebih keras lainnya, dompet ini jadi tidak tegak; letoy, huhuhu. Dan aku salah ukur kantong untuk koin, jadi kecil sekali dan sempit, padahal di dompetku biasa banyak koin. Dompet ini juga terlalu tinggi. Seharusnya aku bisa buat lebih pendek, agar ukurannya lebih kecil dan isinya juga tidak perlu melesak terlalu dalam.

Senang sekali dengan Dons ini. Ukuran dan jumlah kantongnya sesuai, warnanya lucu, ongkos bikinnya cukup tiga ribu perak untuk obras, dan bagian favoritku: mukanya selalu senyum! Jadi nggak sedih ketika buka dompet dan ternyata kosong, hahaha.

Asyiknya menggunakan sesuatu yang dibikin sendiri bukan cuma kepuasan batin, tapi juga soal branding (atau aku senang menyebutnya, citra) diri. Selain itu, nggak ada produk yang lebih cocok selain produk yang kita buat sendiri, kan. Nggak ada yang lebih tau apa yang kita perlu dan tidak, selain diri sendiri.

 

Beberapa ‘produk’ bikinan sendiri yang lain:

 

Kalau kamu, bikin apa untuk dirimu sendiri?

Iklan

4 thoughts on “Dompet Jins: Perca dan Tiga Ribu Perak

  1. Wah selain domper ternyata bikin banyak benda lain. Itu berarti punya tangan cantik. Saya punya tangan buruk, bikin apa2 pasti berantakan ha ha ha…..

    1. Wah, beda tangan beda karya kan Mas, Mas Shiq karyanya di hal lain pasti lebih banyak lagi.

      Ngomong-ngomong, saya bikin apa apa juga masih berantakan kok Mas. Harus belajar banyak supaya rapi. Dan belajar telaten juga sih

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s