Dari Saya · Harian · Tulisan

Angin Itu Berwarna

Angin itu berwarna, katamu hari itu. Kamu memberitahuku bahwa aku hanya perlu memicingkan mata lebih tajam lagi.

Hari itu, kubilang padamu: aku tidak percaya dengan kata-kata siapapun, termasuk kamu. Tidak percaya dengan kata-kata siapapun, kecuali diriku sendiri. Bahkan, aku seringkali tidak percaya dengan apa yang keluar dari mulutku. Mulut, meski milikku sendiri, kadang masih tidak dapat dipercaya. Tapi masih ada yang selalu aku percayai: kata-kata yang keluar dari pikiranku. Kata-kata itu tidak akan pernah bohong.

Kembali ke kata-katamu, yang menjelaskan bahwa angin itu memiliki warna.

Aku tidak bilang aku percaya. Aku juga tidak berkata sebaliknya. Aku hanya menerimanya, dan berniat membuktikannya. Tapi itu butuh waktu. Jadi, hari itu aku pergi dan mencari tau, apakah angin benar-benar berwarna. Aku berjalan-jalan, mencari angin, menikmatinya, dan tetap bertanya-tanya apakah mereka punya warna.

Hari ini, kubilang padamu: aku sudah melihatnya. Ternyata enar, angin punya warna. Tapi, itu bukan berarti esok-esok aku mempercayai kata-katamu.

Sampai ketemu.

ilustrasi-blog-10

 

Akhirnya, post pertama setelah tiga bulan lebih.

Iklan

3 thoughts on “Angin Itu Berwarna

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s