Artikel · Dari Luar

Perda adalah kearifan lokal yang patut dihormati

Ulasan menarik mengenai Perda yang sempat kontroversi. Seharusnya, kebhinnekaan, atau kemajemukan kita, bisa memfasilitasi kita untuk belajar budaya dengan baik, sehingga kita bisa meningkatkan pemahaman akan perbedaan dan toleransi yang tinggi.

Catatanku

Sejak peristiwa razia warteg Bu Saeni di kota Serang ramai diberitakan media dan menjadi isu nasional, sekelompok orang mewacanakan untuk mencabut Peraturan Daerah (Perda) bernuansa syariah. Perda di kota Serang yang mengatur razia warung makan pada siang hari di bulan Ramadhan dijadikan titik masuk untuk mencabut Perda yang dikatakan bernuansa syariah (Islam). Namun Mendagri membantah mencabut Perda syariah itu, diantara 3143 Perda yang dibatlakan minggu lalu. Perda yang dibatalkan adalah Perda yang terkait investasi, retribusi, pelayanan birokrasi, dan masalah perizinan.

Menurut pengamatan saya, Perda syariah itu sebenarnya tidak ada, tapi kalau bernuansa agama (agama apapun) ya ada. Perda syariah yang benar-benar mengatur syariat agama (dalam bentuk aturan yang bernama qanun) hanya ada di Propinsi Aceh yang memang diberikan otonomi khusus untuk membuat peraturan syariah. Coba anda pikir, Perda yang melarang peredaran minuman keras, Perda yang mengatur operasional  warung atau restoran pada bulan Ramadhan, Perda yang melarang perjudian, Perda…

Lihat pos aslinya 636 kata lagi

Iklan

3 thoughts on “Perda adalah kearifan lokal yang patut dihormati

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s