Dari Saya · Harian · Tulisan

Membandingkan Diri Denganmu

rizzarr.com

Kepada: seorang cici-cici cantik bergingsul manis

Kita pernah bertemu, di satu sore berangin di Oktober lalu. Tidak benar-benar pertemuan sih, saat itu hanya aku yang melihatmu yang sedang tergesa sehingga kau tidak menyadari kehadiranku. Lagipula, tidak penting bagimu menyadari kehadiranku. Hanya orang asing, kan. Tapi kehadiranmu, bagiku, sama sekali jauh dari predikat tidak penting. Aku membandingkan diri kita, kau tau. Berkali-kali, selama beberapa bulan terakhir ini. Kita punya postur tubuh yang sama mungilnya. Tapi kau, gadis dengan manis yang sangat dan anggun. Mungkin sekali kau ramah dan penyayang sekaligus. Sementara aku, perempuan dengan kulit pucat dan keseharian yang berantakan, pribadi yang cuek. Kita sosok yang sangat berbeda, dan sejak awal aku mengetahui kehadiranmu, aku membandingkan kita berdua dan bertekad sekeras mungkin melampauimu.

Kau, cantik dimanapun

Kau, cantik dimanapun

Aku pernah melihat swafotomu, dan itu menggambarkan citramu dengan benar. Tidak lebih cantik dari aslinya, tapi tetap saja kau tak bercela di foto itu. Setidaknya, tidak seperti banyak perempuan yang hasil swafotonya jauh lebih cantik dari aslinya, dan itu mengecewakan ketika kita bertatap muka dengannya. Aku sendiri, aku hampir tidak pernah swafoto. Aku tidak suka dipotret dan memotret, dan swafoto kan gabungan dari keduanya.

Yah, itu cuma tentang foto. Tentang hal lain, seperti cantik dan anggunmu, kadang aku mendorong diriku sendiri untuk melampauimu. Misalnya, untuk sekadar lebih rajin mandi, atau yang lebih serius seperti mendapat pekerjaan (ya, aku sudah lama sekali menganggur). Dan berbagai macam hal yang bisa kulakukan yang kira-kira bisa melampaui dirimu. Aku menjalani banyak hal dengan tekanan bahwa apapun yang kukerjakan, harus melebihimu, melebihimu.

Aku, sehari-hari

Kemudian hadir kesadaran: bahwa membandingkan tidak akan menyelesaikan atau membangun apapun. Membandingkan dua pribadi berbeda tidak akan habis. Seberapapun aku berusaha keras melampauimu, tidak akan tercapai. Semua orang tidak bisa melambung melampaui siapapun kecuali dirinya sendiri.

Tapi di atas segalanya, aku masih berharap, apa yang kaujalani akan segera usai. Setelahnya, kau bukan apa-apa lagi kecuali goresan di pasir pantai yang lenyap oleh satu sapuan ombak.

Selamat berbahagia, Vy, semoga kau selalu membahagiakan orang di sekitar! Jika nanti ketemu lagi, aku ingin mengobrol banyak denganmu.

Menantikan obrolan denganmu,

Prita.

Iklan

13 thoughts on “Membandingkan Diri Denganmu

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s