Dari Saya · Resensi · Tulisan

Kreavi: Komunitas dan Portofolio Online

Portofolio, kalo di KBBI artinya tas untuk surat-surat; sampul kulit. Sementara di lingkunga saya, istilah itu populer untuk menyebut kumpulan karya yang dihimpun di satu folder. Untuk para pegiat industri kreatif, portofolio online itu vital banget. Seringkali, dibanding bikin portofolio di blog pribadi lebih baik bergabung di wadah portofolio online. Lebih mudah (sudah ada template, nggak perlu bikin lagi), lebih terorganisir (disediakan kategori dan fitur-fitur yang mendukung), dan lebih terfokus (sesuai dengan tujuan wadah portofolio itu).

Beberapa wadah portofolio yang populer adalah Behance, DeviantArt (atau daportfolio), Dribbble, Carbonmade, dan banyak lagi. Saya pernah bikin akun DeviantArt dan Carbonmade, tapi ga nyaman pakainya (atau karena waktu itu masih bingung mau unggah apa). Sayangnya, DeviantArt ngerasa ga cocok karena dominasi karya di sana itu manga dan concept art (dulu sih, ga tau sekarang), dua hal yang ga pernah saya buat. Selain itu, ga suka sama tata letaknya sih. Kalo pengalaman di Carbonmade, kuota unggah proyek dan gambarnya cukup terbatas, kalo mau ditingkatin, ya harus bayar. Jadi selama bertahun-tahun jadi desainer (kacangan), saya nggak punya portofolio online.

Hingga saya bergabung di Kreavi, startup lokal yang mewadahi ribuan desainer Indonesia, pada permulaan tahun lalu. Awalnya karena ngebet banget ikut Kumpul Kreavi 20, yang temanya tentang manajemen kekayaan intelektual yang pembicaranya keren-keren. Dan untuk dapet tiketnya, syaratnya cuma buat porto update di Kreavi, sehingga saya buat dan unggah beberapa karya. Ngerasa sreg ‘pameran’ di Kreavi, saya jadikan itu porto online utama saya (tadinya di halaman blog ini). Apalagi setelah setengah tahun bergabung, saya menemukan sekitar setengah lusin teman sekelas saya di komunitas ini, yang bikin makin seru. Berikut pengalaman saya pakai Kreavi yang bikin saya betah memperbarui portofolio di sini:

UNGGAH KARYA

Tombol unggah dimana-mana!

tombol unggah

Ketika mengunggah proyek (gambar atau video), disediakan kolom-kolom untuk judul, deskripsi (tanpa batasan karakter), kategori (ada puluhan kategori, bisa memasukkan lebih dari satu), tag, dan keterangan untuk tiap gambar yang diunggah. Bisa juga menambahakan co-owner, kalau karya itu dibuat bersama pihak lain. Nanti, proyek yang diunggah ini juga akan muncul di portofolio akun Kreavi si co-owner.

proyek baru

Satu hal yang saya sesalkan: metode unggahnya agak konservatif; klik upload file, pilih hanya satu gambar, unggah. Ga bisa pilih sekali banyak atau di-drag langsung dari Windows Explorer ke peramban (browser). Dan selama pengunggahan, halaman cuma menampilkan progres unggahnya, sehingga kita nggak bisa ‘nyambi’ nulis deskripsi atau semacamnya.

masih konservatif

Setelah klik publish project, karya yang diunggah akan ditampilkan seperti ini:

 

 

APRESIASI PROYEK

Suka dan sebarkan!

Kita juga bisa kasih apresiasi ke proyek orang-orang, dengan tombol suka dan sebar. Untuk apresiasi lebih spesifik, bisa tulis komentar juga. Di tiap proyek, kelihatan berapa orang yang udah lihat dan kasih jempol.

 

DASHBOARD

unggah dan suka

Di sini, muncul aktivitas yang dilakukan para following kita. Aktivitas-aktivitas itu adalah mengunggah proyek dan menyukai proyek orang lain. Seneng deh aktivitas menyukai proyek muncul di dashboard, sehingga karya-karya keren yang saya liat nggak cuma sekadar karya yang diunggah following saya.

 

NOTIFIKASInotifikasi

Munculnya notifikasi ditandai kedip merah di menu kanan. Kita dapat notifikasi setiap dibalas komennya, dikomen dan disukai proyeknya, dan dapat follower baru. Dan tata letak notifikasi yang dibagi 4 kolom ini enak diliat banget.

kolom notifikasi

 

JELAJAH

featured project

Saat masuk Gallery, hal yang pertama terlihat adalah featured project dari keseluruhan kategori. Saya nggak tau gimana kriteria untuk masuk ke featured project, kayaknya bukan berdasarkan like atau view (karena lebih banyak proyek lain yang dapat like dan view lebih banyak, tapi nggak masuk featured project), tapi sejauh ini proyek-proyek di sana memang beneran mahakarya.

Kalo pengen menjelajah lebih spesifik, fitur pencariannya juga asik. Di Gallery, karya bisa disortir sesuai kategori   bidang (animasi, 3D, tipografi, dsb.), atau predikat (most favorites, newest), atau periode upload (minggu ini, bulan ini, tahun ini, atau sepanjang waktu).

fitur nyari

Selain galeri, Kreavi juga menyediakan fitur cari orang berdasarkan talenta. Pencariannya juga bisa dilakukan per kategori, sehingga kita bisa lihat pengguna mana yang paling pro di kategori kreatif yang kita cari. Misalnya nyari talenta branding seperti ini:

 

LOWONGAN KERJA

Di Kreavi Jobs, kita bisa nemu banyak lowongan kerja dari pihak-pihak yang bekerjasama dengan Kreavi. Oya, fitur pencarian pekerjaan di sini juga bisa disesuaikan dengan keinginan kita.

jobs

Setelah itu, tinggal apply di web Kreavi langsung, nggak perlu kirim-kirim email lagi. Saya sih belum pernah nyoba, tapi tampaknya pekerjaan yang kita apply lewat Kreavi Jobs dan diterima, bisa dimunculkan di profil akun Kreavi.

 

KUMPUL KREAVI

Kopdar gratis! Kumpul Kreavi adalah acara ngobrol bareng para pegiat seni Kreavi mengenai isu-isu tentang industri kreatif.

Acara ini gratis dan menghadirkan seniman-seniman sebagai pengisi acara. Seringkali diadakan di universitas di kota-kota besar di Indonesia. Apalagi yang lebih seru selain ngumpul dengan komunitas desain di akhir pekan, ketemu desainer dan animator top dan ngomongin isu yang lagi hangat di dunia kreatif, gratis sama sekali, bahkan dapet makan? Oya, cara buat dapet tiket Kumpul Kreavi adalah punya portofolio mutakhir di Kreavi.

 

KREAVI CHALLENGES

challange

Selain wadah portofolio, loker, dan kopdar, Kreavi juga sering bekerjasama dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kompetisi kreatif yang ngajak kreator Kreavi partisipasi. Kompetisi-kompetisi ini dinamai Kreavi Challenge. Yang asik, kalo ada kompetisi berlangsung, akan ada himbauan berupa sebaris info di beranda. Dan dinotifikasi di surel juga, jadi nggak bakal kelewatan deh.

 

Saya rasa masih ada beberapa fitur lain yang bikin saya betah pake Kreavi, seperti kolom-kolom di profil, cover, tema-tema yang diusung Kumpul Kreavi, nuansa biru muda dan font sans-serif-nya yang adem banget, dan banyak lagi hal lain. Apa yang saya tuliskan cuma sedikit dari pengalaman memajang portofolio di Kreavi.

Kreavi ini salah satu wadah portofolio yang masih hijau, karena startup ini baru didirikan Agustus 2012 oleh Benny Fajarai, alumnus Teknik Informatika Universitas Bina Nusantara. Tapi karena memang kebutuhan industri kreatif terhadap portofolio online cukup tinggi, wadah semacam ini laku banget. Kini pengguna Kreavi melampaui 20.000 pengguna di seluruh Indonesia, mencakup desainer, ilustrator, fotografer, videografer, pelukis, dan berbagai macam seniman lainnya. Termasuk saya! Senang sekali bisa bergabung di komunitas desainer dan bisa ‘pameran’ online!

Dan bagaimana dengan Anda? Menggelar pameran online juga kah? Atau tertarik mampir di ‘pameran’ saya? 

Iklan

6 thoughts on “Kreavi: Komunitas dan Portofolio Online

    1. Itu dipajaaang, kan semacem pameran gitu, portofolio online. Tapi kalo untuk didownload juga bisa kok (kalo nggak salah, tapi dengan resolusi kecil). Kalau bener-bener mau pakai mungkin bisa hubungi si pemilik karyanya untuk didiskusikan lebih lanjut.

      Terima kasih udah mampir dan komen yaaa

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s