Dari Saya · Karya Grafis · Visual

Kotak Ide: Tempat Otak Bercerita pada Tangan


 

Di suatu siang yang gerah di Jakarta, sebuah otak yang bervolume kecil merengut.

“Aku pusing. Kurasa aku sudah penuh sekali,” keluh Otak.

Tangan, yang mendengar itu, menimpali, “Tentu saja, volumemu kan kecil. Mana muat nampung banyak-banyak.”

Otak menggeram, tapi ia tau bahwa Tangan benar. Volumenya tidak memungkinkan ia menyimpan terlalu banyak memori. Tapi ia tidak boleh menghapus memori yang sudah ada; semuanya penting. Sedangkan dia harus menyiapkan ruang untuk memori-memori baru yang akan masuk di hari-hari depan.

“Aku bisa membantumu,” Tangan mengambil inisiatif. “Aku mungkin cuma tangan yang ceking, tapi bagaimanapun, aku bisa membantumu merasa lebih baik. Tunggu ya.” Lalu si Tangan menyalakan laptop dan dengan bantuan Mata, dia membuka program Adobe Illustrator. Dengan cepat, ia menyusun halaman dengan kotak-kotak dan tulisan, lalu ia menyiapkan kertas dan mencetak desain yang baru ia buat, lalu menggunting beberapa bagian untuk merapikan.

“Ya ampun, kau ngapain sih, Tangan? Lama sekali. Kau tidak merasakan bagaimana rasanya jadi aku yang kepenuhan memori karena volumeku tidak besar!” gerutu Otak, yang masih merasa pusing.

“Tunggu dulu,” ketus Tangan. “Kamu seharusnya berterima kasih alih-alih mengomel. Aku udah berusaha membantumu.”

Photo-0047Photo-0046

Lalu Tangan membawa setumpuk kertas HVS kosong ukuran A5 dan hasil cetak desain ke bapak penjaga kios fotokopi untuk dijilid. Kurang dari lima menit, tumpukan kertas itu sudah selesai dijilid.

“Hai Otak, ini, sudah jadi,” Tangan memperlihatkan buku buatannya yang sudah dijlid rapi ke Otak. Tentu saja Otak melihatnya melalui bantuan Mata.

Photo-0045Mulanya, Otak merasa bingung. “Bagaimana setumpuk kertas kosong ini bisa membantu meredakan pusingku?” tapi sekejap kemudian dia mengerti. “Ya ampun, Tangan! Terima kasih banyak! Buku kosong ini akan banyak membantuku! Mari, bantu aku bekerja, sekarang juga!”

Tangan tersenyum senang melihat Otak menyambut antusias karyanya.

Otak segera mengalirkan memori-memori, menuang pikiran, menceritakan ide-ide, yang ada pada dirinya ke Tangan, untuk di simpan di Kotak Ide yang Tangan buatkan untuknya.


 

Yeeey selamat tinggal bagian polos di binder yang biasa gua pake buat coret-coret segala macem!

Sekarang saya udah punya (ceritanya) buku sketsa (buatan sendiri). Dari beberapa puluh lembar HVS ukuran A5 (sebenarnya ini kertas A4 70 gr yang saya potong), dengan kertas buku gambar untuk sampulnya, dan jasa jilid dari kios jilid dekat stasiun. Buku sketsa soalnya beneran terlalu mahal buat nampung coret-coretan amatir saya. Ntar kalo saya udah jadi desainer atau ilustrator beneran, baru deh saya beli buku sketsa yang harganya gocap-gocap cantik itu.

Saya selalu senang kalo make produk bikinan sendiri, karena pasti gue banget hahaha. Beberapa produk bikinan Tangan yang pernah saya post baru gelang, pembatas buku, dan bros.

 

Iklan

10 thoughts on “Kotak Ide: Tempat Otak Bercerita pada Tangan

  1. adaideaja. Isi otak yang dituangkan di dalam kertas kotak ide akan meringankan beban. Sebagian informasi akan disimpan di alam bawah sadar, bisa diingat kembali ketika melihat curahan otak di kotak ide tersebut

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s