Dari Saya · Harian · Tulisan

Siapakah yang Lebih Kaya dari Saya? (Bagian 2)

Tulisan sebelumnya: Siapakah yang Lebih Kaya dari Saya? (Bagian 1)

Kelima, seorang inspirator sekaligus motivator.

Selama sewindu terakhir ini, ada seseorang yang darinya saya belajar begitu banyak, tentang banyak hal; keluarga, sahabat, cita-cita, kepribadian, sikap… Bahkan sekedar mengenalnya pun menerbitkan matahari baru di diri saya. Tiap-tiap pelajaran yang saya ambil darinya, tiap-tiap sikap yang saya teladani darinya… Seberapa berharga kehadiran seorang inspirator besar yang tak berhenti menginspirasi dan memotivasi selama satu windu lebih? Bukan hanya dia seorang, bahkan ibu dan ketiga adiknya, sepotong senyum dari mereka bisa mencerahkan saya selama berhari.

Saya selalu berdoa agar Allah melindungi dan memberkahinya. Dan semoga juga, suatu saat saya bisa mengenalnya lebih dekat, dan dekat.

Betapa kaya saya memiliki inspirator sekaligus motivator yang tak pernah pergi dan tak akan pergi.

Keenam, teman-teman di Malaka.

Saya benar-benar bersyukur bisa memiliki mereka sebagai teman. Ah, guru, lebih tepatnya. Baru beberapa bulan, tapi mereka mengajarkan saya lebih banyak daripada yang guru-guru saya ajarkan selama satu tahun ajaran. Lebih dari itu, mereka adalah sesuatu yang orang-orang sebut pelipur lara. Seberapakah harga sepuluh teman kecil yang periang, yang kuatkan rapuhmu dan maniskan pedihmu, seberapakah harganya itu?

Yang jelas, sangat mahal, sebab tidak semua orang memiliki sepuluh teman kecil yang bisa mengajarkan mereka banyak hal.

Ketujuh, jaringan blog.

Betapa mahalnya persahabatan yang sudah kami jalin di jaringan Multiply; dukungan-dukungan, saran, saling komentar yang berujung chatting Meeboo atau YM, dan bertukar ucapan di hari ulang tahun atau hari raya. Betapa mahal pelajaran yang saya dapat dari postingan kontak Multiply atau komentar kami satu sama lain. Multiply adalah sekolah desain dan coding pertama saya. Ade Bunga, Ayunda Nisa, dan beberapa kontak yang (sayang sekali!) saya lupa namanya, adalah guru desain pertama saya. Ade Bunga dan Tante Yani menjadi guru HTML pertama saya. Kang Jurig dan seorang kontak lain (lagi-lagi) saya lupa namanya, menjadi guru javascript pertama saya. Tanpa jaringan Multiply, saya mungkin tidak akan kenal dunia desain dan kode, saya mungkin tidak akan mengambil jurusan Multimedia di sekolah. Belum lagi menghitung tema lain yang saya pelajari di jaringan blog Multiply: agama, sekolah, pekerjaan, literasi, sejarah, dan macam-macam lagi.

Saat Multiply ditutup dan saya beralih ke WordPress, saya menemukan jaringan dimana saya belajar lebih intens lagi. Fenomena out of topic atau posting spam lebih jarang ada di jaringan WordPress saya dibanding Multiply, membuat blogging makin masif. Memang saya tidak bisa mengutak-ngatik CSS seperti di Multiply dulu, jarang juga ada postingan following yang mengulas tentang HTML, tapi jaringan saya di sini lebih baik, benar-benar lebih baik. Semoga para migran Multiply lainnya merasa begitu juga; ini ‘rumah’ yang lebih baik.

Saya tidak bisa menghitung seberapa berharganya jaringan blog saya, tapi tidak banyak orang yang punya teman-teman blog hebat seperti Ade Bunga, Pak Iwan, Kak Nella, Syifa, dan puluhan nama yang tidak saya sebut masing-masing.

Kedelapan, seorang kakak dalam hal apapun kecuali hubungan darah.

Apa yang setimpal ditukar dengan seorang yang berperan sebagai guru, sahabat, kakak, bahkan kadang ibu bagi saya dan adik-adik saya? Saya pernah menuliskan sedikit tentangnya di jurnal Multiply, pasca saya lulus SMP, saat dia pergi dan kami semua kehilangan. Namanya Mbak Tri.

Ayah mempekerjakannya di rumah kami selama sepuluh tahun, kurang lebih, untuk membantu Ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengurus kami. Agak berbeda dari masyarakat yang menyebut orang seperti Mbak Tri pembantu, sejak kami kecil, Ayah menekankan pada kami kalau Mbak Tri adalah saudara kami, kakak kami, seperti Mbak-Mbak yang sebelumnya pernah membantu Ibu juga. Ayah selalu bilang, mereka adalah saudara.

Dan memang begitulah peran Mbak Tri bagi kami.Yang selalu memberikan ide-ide permainan baru ketika kami bosan dengan boneka atau lego, yang menghampiri dan menghibur kami saat Ayah memarahi kami, yang memasakkan kami makanan selama bertahun-tahun, yang menjadi tempat kami bercerita dan berdiskusi, yang membacakan kami banyak buku, yang selalu membelikan kami masing-masing kado ulang tahun, yang memaafkan tiap kesalahan kami, yang mengingatkan kami untuk sholat dan mengaji, yang mengajarkan kami banyak hal, yang mengajarkan kami banyak hal, yang mengajarkan kami begitu banyak hal…

Berapa banyak orang di dunia yang pernah bertemu dengan orang yang tidak memiliki hubungan darah, namun mau berlaku seperti seorang kakak dan ibu? Berapa banyak?

Dan saya, segala puji bagi Allah yang menghadirkan seorang Mbak Tri yang begitu hebat dalam kehidupan kami; betapa saya merasa sangat kaya dan beruntung mengenal seorang Mbak Tri. Ya Basith, lapangkan terus untuk perempuan itu banyak, banyak, banyak kebaikan dan kebahagiaan.

Itu hanya delapan dari banyak hal lain yang membuat saya sangat kaya. Masih banyak hal yang tidak sempat saya tuliskan di sini saking kayanya saya B)

Dan Kakak-Kakak WP, sekaya apakah Anda? 😉

Karena memandang kaya kan gak cuma dari perolehan duit.

Iklan

6 thoughts on “Siapakah yang Lebih Kaya dari Saya? (Bagian 2)

  1. orang orang yang ada di sekitar kita itu kekayaan dan investasi yg gak ternilai menurutku. jd jgn samapi terputus sama mereka2 yg pernah di dekat kita.
    salam kenal 😉

  2. Aku juga punya budhe yang nggak ada hubungan darah sama sekali. Kadang kalo ada apa-apa dengan aku budhe selalu terasa dan telpon. Tanya sakitkah atau apalah yang membuat perasaannya nggak enak dan dia memastikan aku baik2 saja

    1. Wah, terima kasih Pak Iwan rekomen linknya, ternyata blog yang lengkap banget (y). Iya, sayang sekali Kang Jurig sudah nggak ngeblog lagi. Beliau sempat pernah ngeblog di tumblr pasca penutupan MP, tapi hanya beberapa minggu dan setelah itu belum muncul di tumblr lagi.

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s