Dari Saya · Harian · Visual

July Daily Prompt: Choose School and The Majoring

Daily Prompt: The Road Less Traveled

Desakan Harian: Jalan yang Lebih Sedikit Ditempuh

Pinpoint a moment in your past where you had to make a big decision. Write about that other alternate life that could have unfolded.

It was 2 years ago, when I graduated from SMPN (Public Middle School), I graduated from Junior High School, I confused about where will I continue. High School or Vocational school? Which one is better?

I realized, though the school isn’t my life orientation, but it is very important because school will spend one-third of all day. If I choose wrong option, I would waste one-third of all day that I should feel happy. I brooded much about school. I made a list of profit-and-loss of High School or Vocational School, I mapped out what I want to do for ten years ahead, I searched information curriculum and university information.

For weeks, I’ve been think, high school or vocational school?

Finally, I picked the vocational. Prayed lots for the right choice, the choice that I would enjoy for next three years. Well, I’ve decided which type of school would be my take. I would take the vocational school I choose. Not finished yet, I had to decide more, what major?

There are five majors there, and there are two that I had same interest both. Accounting and Multimedia.

Accounting! It will easier if I school at State Academy of Accounting or Economy at Universitas Indonesia (aamiin!). Isn’t it my interest? In the business economics? Moreover, my parents prefer this. Especially in that school, accounting is the most prestigious majors.

But Multimedia … I always love working with computers. I love designing and are interest to learn about animation. And, based on what I see on the internet, Multimedia curriculum full of competences that I want to learn about; graphic design, 2 dimension and 3 dimension animation, video production, and a others. Wow! I think, I will really happy with this major. Playing with computers, shapes and colors. Schools won’t be stress!

Which is better? Accounting or Multimedia?

It will be a big decision. When I graduate, major that I choose will be my background. What do I want people appreciate me? As a business or a creative person?

Thinking and praying for days, I choose Multimedia. It easier for me, I will enjoy my days. Based in the competency standards in the curriculum, it have many job opportunities. Good, it should easier for search for ‘extra fund’ in college later. I still want to school at Accounting, really want, but later, yeah, in State Academy of Accounting and Economy Faculty of Universitas Indonesia, haha.

And, much thanks to Allah swt., now I am Multimedia student.

What happened if I’m not Multimedia student now?

There are two possibilities, entered Accounting major or even worse, high school.

Take accounting. If I were in accounting, my brain will be filled with tables and balance, my fingers will be friends with calculator, and days filled with percentage and taxes, and carry heavy school bag because of accounting journals every day.

And, most important, I think … I will not feel comfortable. Had subjects like Trade, Taxation, and more, and the class will almost enliven by girls… And doesn’t had 3 things what I had now in Multimedia: freedom of creation and voice, variaty of cleverness friends what different each other, and individualism (for me ‘individualism’ doesn’t connotes bad).

Indeed, in Accounting I would get good things that I didn’t get in Multimedia, like: diligent and good-markded friend (Multimedia is lazier), comfortable with the minim boys, my friends who are nimble and responsive , counting skills and increased my accuracy, also good reputation because Accounting is most prestigious major here.

But the advantages not equal with advantages that I gain in Multimedia. In Multimedia, we study general subjects (such as Mathematics and Physics) more than accounting.

Grateful, again. Very very grateful. Grateful for Multimedia.

And, other possibilities, I would take high school. My exam result is enough to go to school that…  were there are about 30 alumnus from the same middle school. Most of them are my close friends. Yes, it seems boring to met old friends in new place. Moreover, in high school, I would spend 9 hours in high school to learn things like physics, chemistry, biology, history, economics, and others. Interesting, but if I had 9 hours a day to things like that… tired physically and spiritually, and in work period is seem does not useful.

Today, I’ve been through two years at the Multimedia class. More than enjoy, I feel very grateful and lucky here. Thank you God for giving me this decision; opportunity at Multimedia class. I’m where I want to be.

Terjemahan:

Dua tahun lalu, ketika saya lulus dari SMPN, saya bingung mau melanjutkan kemana. SMA atau SMK? Mana yang lebih baik?

Saya sadar, meskipun sekolah bukan orientasi hidup saya, tapi itu penting karena sekolah akan menghabiskan sepertiga dari satu hari yang saya miliki. Kalau saya memilih pilihan yang salah, saya akan menyia-nyiakan sepertiga hari yang seharusnya bisa saya nikmati. Saya merenung panjang soal sekolah. Saya membuat daftar keuntungan-dan-kerugian masuk SMA dan SMK, saya memetakan rencana apa yang ingin saya lakukan hingga sepuluh tahun ke depan, saya mencari informasi kurikulum dan informasi universitas.

Berminggu-minggu, saya berpikir, SMA atau SMK?

Akhirnya, saya memilih SMK. Berdoa banyak-banyak supaya ini sungguh-sungguh pilihan yang benar, pilihan yang akan saya nikmati tiga tahun ke depan. Nah, saya sudah memutuskan jenis sekolah lanjutan yang akan saya ambil. Saya akan sekolah di SMK pilihan saya itu. Belum selesai, saya harus memutuskan lagi, jurusan apa?

Ada lima jurusan di sana, dan ada dua yang saya minati sama besarnya. Akuntansi dan Multimedia.

Akuntansi! Itu akan memudahkan saya mengikuti kuliah kalau selepas SMK saya lanjut di STAN atau FEUI (aamiin!). Dan bukankah itu minat saya? Di bidang ekonomi bisnis? Terlebih, orangtua saya cenderung mendorong saya di bidang ini. Apalagi di sekolah pilihan saya ini, Akuntansi adalah jurusan yang paling bergengsi.

Tapi Multimedia… Saya selalu suka bekerja dengan komputer. Saya suka desain dan tertarik belajar animasi. Dan, berdasarkan apa yang saya lihat di internet, kurikulum SMK Multimedia itu benar-benar penuh dengan kompetensi yang ingin saya kuasai; desain grafis, animasi dimensi dua dan dimensi tiga, produksi video, dan beberapa yang lain. Wow! Saya berpikir, gua bakal bahagia banget sekolah di jurusan ini. Bermain dengan komputer, bentuk dan warna-warna. Sekolah nggak akan stres!

Lebih baik mana? Akuntansi atau Multimedia?

Ini akan jadi keputusan besar. Saat saya lulus nanti, jurusan yang saya pilih akan menjadi latar belakang saya. Bagaimana saya ingin orang menilai saya? Sebagai orang bisnis atau orang kreatif?

Berpikir dan berdoa berhari-hari, saya memilih Multimedia. Sekolahnya lebih ringan, saya akan lebih menikmati hari-hari saya. Dengan standar kompetensi seperti yang tertulis di kurikulum, peluang kerjanya besar. Lumayan kan, gampang kalau mau cari ‘tambalan’ saat kuliah nanti. Saya tetap ingin di jurusan Akuntansi, ingin sekali, tapi nanti saja ya, di STAN dan FEUI, haha.

Dan, sungguh puji syukur bagi Allah swt., saya benar-benar masuk di jurusan Multimedia itu.

Apa yang terjadi kalau saya nggak masuk SMK Multimedia?

Ada dua kemungkinan, masuk SMK Akuntansi atau yang lebih parah lagi, SMAN.

Ambil akuntansi. Kalau saya masuk akuntansi, otak saya akan dipenuhi tabel dan neraca, jemari bersahabat dengan kalkulator, dan hari-hari dipenuhi persentase bunga dan pajak, dan tas sekolah berat bawa jurnal dan buku-buku akuntansi tiap hari.

Dan yang penting, saya pikir… saya nggak bakal ngerasa nyaman. Punya mata pelajaran kayak Hitung Dagang, Pajak, semacem itu, dan temen-temen sekelas yang nyaris cewek semua… Nggak dapet tiga hal yang buat saya dapetin sekarang di kelas Multimedia: kebebasan berkarya dan bersuara sendiri, kepandaian temen-temen yang variatif dan beda satu sama lain , dan individualisme (bagi saya ‘individualisme’ bukan kata yang berkonotasi buruk).

Memang mungkin di Akuntansi saya bakalan dapetin hal-hal bagus yang nggak saya dapet di Multimedia, kayak: temen-temen yang rajin dan bernilai cemerlang (anak Multimedia cenderung lebih pemalas), kenyamanan karena jumlah cowonya sedikit, temen-temen yang cekatan dan cepat tanggap, ketrampilan ngitung dan ketelitian yang meningkat, juga status bagus karena akuntansilah jurusan yang paling bergengsi di sekolah ini.

Tapi keuntungan-keuntungan itu sama sekalil nggak sebanding dengan keuntungan di Multimedia. Di Multimedia, kami belajar pelajaran umum (seperti Matematika dan Fisika) lebih banyak daripada Akuntansi.

Bersyukur, lagi-lagi. Sangat amat bersyukur. Bersyukur atas Multimedia.

Dan, pilihan lain, saya akan masuk SMA. NEM saya cukup untuk masuk sekolah yang… dimana di sana ada 30an anak alumnus SMP yang sama. Kebanyakan dari mereka itu temen-temen deket saya. Ya, mana asik ketemu orang-orang lama di tujuan yang saya harap bakal ada banyak hal baru.Selain itu, di SMA, saya akan menghabiskan 9 jam bersekolah untuk belajar hal-hal kayak fisika, kimia, biologi, sejarah, ekonomi, dan lainnya. Emang menarik, tapi kalo 9 jam sehari cuma unutk melotitin hal-hal kayak gitu… capek lahir batin, dan di dunia kerja juga nggak terlalu berguna kan.

Hari ini, telah saya lalui dua tahun ajaran penuh di kelas Multimedia. Lebih dari menikmati, saya mensyukuri dan merasa sangat beruntung di sini. Terima kasih Tuhan yang telah memberi saya keputusan ini; kesempatan di kelas Multimedia ini. Saya berada di tempat dimana saya ingin berada.

Silakan koreksi Inggris saya Kakak-Kakak ^^

Iklan

14 thoughts on “July Daily Prompt: Choose School and The Majoring

  1. Lihat, betapa kak prita menikmati banget ambil jurusan Multimedia. Sebenarnya Yasmin juga suka komputer, dan tiada hari libur tanpa menyentuh netbook kesayanganku. Tapi mungkin Yasmin enggak akan bisa masuk SMK atau SMA, soalnya orangtua Yasmin menyarankan di pondok. Untuk kuliah, antara sastra dan desain grafis. Ukh … :,(

    1. Nggak papa Yasmin, ortu kamu pasti mengharapkan kebaikan yang lebih buat kamu dibanding kalo kamu masuk SMA/SMK. Lagi pula nanti kuliah kan bisa ngambil desain grafis lagi ^^

      1. Betul juga, Kak. Tapi sebenernya enggak harus di pondok, kok. Yang penting sekolah Islam. Dan Yasmin pengen nanti ada SMKIT, berbasis Islam tapi tetep kayak SMK umum. Semoga juga, tempatnya tidak jauh-jauh, ya … 😉

      2. Jangaaan, jangan SMK. Saran doang sih, tapi menurut kurikulum baru (yang akan diterapin mulai tahun ajaran ini) SMK itu disiapin banget buat kerja. Kayaknya mendingan SMA deh… soalnya di SMA juga ada peminatan mata pelajaran. Kalo soal minat di bidang desain grafis kan bisa kursus atau cari tutor online

  2. tanpa kita sadari..kita sering memilih hal yang lebih sesuai untuk diri kita..sehingga setelah semua itu terlewatkan kita akan merasa snagat bersyukur telah mengambil keputusan itu..

  3. “What do I want people appreciate me? As a business or a creative person?”

    How about as a Creative Bussiness person? Sounds great, isn’t it 🙂 hihihi

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s