Dari Saya · Harian · Tulisan

Pada Seorang

Pada seorang
Yang senyumnya buatku pahit

Kak, aku tidak tau harus bagaimana di depanmu. Aku tidak mau munafik, tidak mau berpura-pura, tapi selama ini aku juga tidak benar-benar jujur.

Aku bingung Kak, sangat. Bagaimana harus kukomentari cerita-ceritamu tentangnya, dan bagaimana harus kukatakan sesuatu tentang pribadiku. Kenapa juga aku begitu benci padamu ketika punggungmu membelakangiku tapi aku langsung jatuh sayang di hadapanmu.

Aku tidak suka merebut, apa lagi karena kau juga menginginkannya. Tapi aku juga tidak rela, sama sekali tidak rela, kalau harapanku tidak tercapai hanya karena kukorbankan tujuh tahun asaku begitu saja untuk dirimu.

Aku kerap berdoa untukmu, dan kuusahakan akan terus begitu. Seringkali aku mengemis pada Tuhan agar kau diberi pengganti yang lebih baik darinya. Agar kalian tidak lagi bersama, dan agar aku bisa mengemis sedianya tanpa merasa bersalah padamu.

Apapun yang terjadi, bagaimanapun takdir, aku senang mengenalmu. Aku sungguh-sungguh bersyukur karenanya.

B_Writing down memories

Salinan dari buku harian, Rabi’ul Akhir 1434.
Dengan cemburu dan segan.

Iklan

One thought on “Pada Seorang

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s