Dari Saya · Harian · Tulisan

Seorang Teman yang Tak Bisa Apa-Apa

Aku punya seorang temen yang amat sangat tak bisa apa-apa. Dia tuh  nggak bisa ngelakuin sesuatu yang bagi banyak orang–termasuk diriku–gampang banget. Dia tuh nggak bisa apa-apa… Tapi aku iri berat sama dia. Kenapa? Kenapa aku malah iri sama orang yang nggak bisa apa-apa?Gini aja dah, biar pada jelas, kujabarin aja deh beberapa hal dari ratusan hal lainnya yang nggak bisa dia lakuin.

  1. dia nggak bisa panik, sama sekali
  2. dia nggak bisa takut, kecuali sama satu; Allah swt
  3. dia nggak bisa cemberut (bukan berarti orgil), sejengkel-jengkelnya dia
  4. dia nggak bisa jutek sama orang lain, dia selalu senyum setiap ketemu orang yang dikenalnya
  5. dia nggak bisa ngeluh, walau diantara temen-temannya, dialah yang seharusnya protes dan mengeluh, bukan teman-temannya
  6. dia nggak bisa marah, mungkin pernah, tapi jarang sekali
  7. dia nggak bisa tegang, semengerikan apapun situsi yang dihadapinya
  8. dia nggak bisa terlihat lelah, seberat apapun hal yang dikerjakannya
  9. dia nggak bisa terlihat sedih, walaupun luka terperih menghantamnya
  10. dia nggak bisa bete, dia selalu punya bahan obrolan yang asyik.

Dan banyak hal lainnya yang tak bisa dia lakukakn, tapi sering sekali dilakukan orang lain–termasuk aku.

Maka aku iri banget sama dia. Sosok yang terlihat sederhana, biasa saja, tak ada keistimewaan sedikitpun… Itulah kesan pertamaku ketika melihat dia. Tapi ternyata, dia sangat amat berbeda. Seolah dia diciptakan berbeda, seakan dia campuran dari manusia dan malaikat.

Hingga sekarang aku masih heran sama apa sih yang dia pikirin sehari-hari, tak adakah hal yang membuatnya panik/takut/cemberut/jutek/ngeluh/marah/tegang/terlihat sedih/terlihat lelah/bete/dll? Sungguh, dia tuh begitu… apa ya, dengan kata apa aku ngungkapinnya?Mungkin dia begitu murni, jujur, ceria, tak pernah sedih, tak memiliki beban…

Hah, aku pingin banget ngobrol sama dia, pingin bilang betapa aku kagum sama kepribadian dia. Tapi nggak bisa, nggak bisa.  Lagipula, aku juga jarang ketemu sama dia. Paling papasan doang. Terakhir kali aku ngobrol sama dia aja udah berbulan-bulan lalu–walau itu nggak pantes dibilang ngobrol, itu cuma sekedar ngomong biasa doang.

Disini, aku bertekad menjadi seperti dia. Nggak panik, nggak tegang, nggak lainnya… Kuharap dia baca postinganku ini dan benar-benar merasa kalau postingan ini tentang dia.

sebaris kalimat untuk idolaku,
aku kagum banget sama kamu
Tulisan ini adalah post ulang
yang di tulis di Agustus 2009,
sebelumnya sempet dipost di
blog lama saya pada bulan yang sama.
Salinan persis, tinggal co-pas doang, tanpa perbaikan 😀
Iklan

20 thoughts on “Seorang Teman yang Tak Bisa Apa-Apa

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s