Dari Saya · Foto · Visual

Kreasi Bros

Kalo saya lagi jenuh dengan tugas, saya singkirkan barang-barang ‘memilukan’ itu, dan saya ganti kerjaan. Yang sebelumnya saya adalah pelajar Multimedia yang kerjanya bercinta ama Photoshop, Illustrator, Flash, dan (baru-baru ini) After Effect, saya beralih jadi pemulung kain perca dan sampah plastik. Saya ambil kotak jahit emak, jahit kain perca, potong-potong plastik. Dengan modal lem Aibon (minta lemnya Ayah) dan beli selusin peniti bros, sekarang saya (ceritanya) nggak jadul lagi, jilbab saya yang biasanya disemat jarum pentul udah disemat bros.

Beberapa bros saya anggap jelek jadi nggak saya upload πŸ˜€ Favorit saya yang terakhir, bunga dari pita pink dengan manik-manik putih. Yang mana favorit Anda? Saya rasa saya punya hobi baru: menjahit. Yah, semoga bisa saya tekuni dengan baik dan efektif. Lumayan buat menghilangkan jenuh, sekaligus proyek daur ulang yang lagi saya galakkan sama diri sendiri. Kalau Anda, dengan apa Anda menghilangkan jenuh?

Iklan

14 thoughts on “Kreasi Bros

    1. Waah makasih Kak Nella πŸ˜€ saya nggak pake mesin, jahit tangan. Nggak punya mesin juga, dan belum butuh–karena ini masih hobi yang belum beneran ditekuni

    1. Sama kayak sahabat saya dong Kak, dia juga suka yang warna merah. Tapi dia bilang, bros itu lebih cantik lagi kalo perca merahnya diganti sama perca batik. Sayangnya saya nggak punya perca batik *curcol

    1. Liat-liat kreasi bros perca di google, trus coba-coba sendiri. Rata-rata sebelum bikin satu model tercipta dulu model gagal satu bros, baru setelah itu bisa bikin bros yang lebih ‘waras’. Beberapa foto bros gagalnya nggak saya upload ke sini πŸ˜€

  1. Dulu aku suka sekali dunia kreasi dan jahit-menjahit. Pernah aku bercita-cita jadi penjahit (?) dan membuat sanggar kreasi kain perca dan flanel. Tapi sayangnya, meskipun hasilnya lumayan bagus, lama-lama aku jenuh dengan hobi itu. Lama-lama aku malah lebih tertarik kepada komputer ketimbang jahit-menjahit …^^
    Kak Prita hebat, deh! Kreatif. Aku juga suka yang model 8 itu … pita transparan, ya, Kak? Aku juga pernah bikin kayak gitu, tapi tengahnya bukan manik-manik, bunga dari kain pita kecil …^^

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s