Artikel · Dari Luar

(Cerpen Lama) : KOSAKATA

Lokal yang mengasingkan diri. Cerpen dari Pak Bambang, kritis dan menarik, dengan tema yang masih anget.

bambangpriantono

Bahasa itu ibarat sungai

Dapat mengalir dengan tenang

Namun kadang mengganas

Menghempas semua yang didepannya

Salim menuliskan bait-bait puisi pendek itu diatas kertas kerjanya. Mengetuk-ngetukkan pensil diatas meja sambil sesekali menggaruk kepala keritingnya yang nampak berantakan. Dia masih harus mengurus penempahan kamar hotel bagi para klien atasannya yang akan datang besok hari. Salim merasa gelisah ketika tadi bossnya berkata

“Lim, besok siapkan meeting ya.”

Entah untuk beberapa waktu belakangan ini, Salim merasakan ada yang janggal dalam percakapan sehari-hari di kantornya. Kesemuanya berbanjir istilah-istilah asing, yang kadangkala tidak disaring terlebih dahulu. Seolah bahasa yang dipertuturkannya selama ini terserang air bah dari bahasa lainnya. Salim sendiri kerap dilanda pusing yang berkepanjangan lebih-lebih bila dia mendengarkan percakapan kawan-kawannya.

“Eh, Dini entar lunch yuk di kafe depan sana.”

Don’t worry, pasti gue dateng ke sana. Take it easy.”

‘Bon, loe entar dinner dimana?”

“Oh, gue dinner sama sekalian billiard di Roxy.”

Lihat pos aslinya 1.569 kata lagi

Iklan

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s