Jurnal Multiply · Salinan Multiply

Seorang Atheis dan Muslim (3) – Dari Jurnal Multiply

Blog Entri Seorang Atheis dan Muslim (III) Aug 15, ’12 1:26 PM
untuk semuanya
Diskusi sore seorang ateis dan muslim tentang teologi, ketuhanan. Lanjutan dari jurnal saya yang bersambung kemaren. Cuma fiksi sih, tapi semoga nggak buruk dan bertentangan sama kebenaran.

“Negara, sebesar apapun negara itu, hanya butuh satu presiden. Organisasi, sehebat apapun organisasi itu, hanya butuh satu pemimpin. Anda mungkin mendengar ada jabatan Wakil I, Wakil II, Sekertaris I, Sekertaris II, dan yang semacam itu. Tapi tak pernah ada Ketua I dan Ketua II. Ketua hanya ada satu. Bukankah begitu juga dengan dunia? Hanya butuh satu Tuhan untuk mencipta dan segala macamnya.”“Apakah Dia tidak akan merasa repot?”

“Tuhan harus bisa melakukan semuanya, kan. Penguasa tunggal semesta, pusat dari segalanya. Jadi, agama yang paling benar adalah agama monoteis. Agama yang meyakini satu Tuhan.”

“Agama monoteis ada banyak. Apa Anda meyakini Islam hanya karena Anda terlahir begitu?”

“Dulu memang begitu,” Shafiyyah tersenyum, “Tapi sekarang saya sudah tidak sekonyol dan sekolot itu. Saya juga membaca kitab-kitab lain.”

“Dan Anda keras kepala sekali karena masih menganggap kitab agama Anda lah yang paling benar.”

“Karena memang faktanya begitu. Sejak dulu saya tidak pernah memungkiri fakta, sepedih apapun itu. Untuk ama membuat karangan fiktif kalau itu hanya membuai kita sesaat? Jatuh setelah dibuai lebih sakit daripada jatuh setelah dilukai.”

Aku merasa kata-kataku sudah agak melenceng dari topik, jadi aku membuat jeda dengan menghela napas. “Logikakanlah. Kitab adalah komunikasi antara Tuhan dan manusia, benar?”

Savhia mengangguk. “Dan Al-Quran ditulis dalam bahasa Arab. Jadi Al-Quran adalah kitab yang salah. Huruf hijaiyah itu rumit, keriting dan terlalu eksotis. Kalau Tuhan ingin memudahkan komunikasi, seharusnya Dia menggunakan huruf latin. Lebih dari setengah penduduk dunia menulis dan membaca menggunakan huruf latin, kendati dalam bahasa yang berbeda-beda.”

Aku tersenyum. “Justru karena kesederhanaan huruf latin itulah Tuhan tidak memakainya. Sudah saya katakan tadi, letakkan logika Anda pada tempatnya.”

“Dan seharusnya Anda juga begitu,” sindirnya sinis.

“Sudah kok,” tanggapku. “Nah, sekarang saya akan menjabarkan. Kesederhanaan bentuk dan bunyi huruf latin itu mempertinggi frekuensi kesalahan. Huruf E memiliki dua cara membaca. Huruf B dan D agak sulit dibedakan pelafalannya. Bentuk V dan U nyaris sama. Kalau Tuhan mengomunikasikan firmanNya dengan abjad sesederhana huruf latin, maka akan timbul banyak kesalah-pahaman karena konsonan dan bentuk huruf yang banyak tertukar. Itulah kenapa Tuhan mengomunikasikannya dalam huruf hijaiyah dan bahasa Arab yang begitu eksotis dan terkesan rumit. Lagipula, belajar bahasa Arab tidak sesulit yang Anda perkirakan. Berikan pilihan pada seorang balita antara belajar huruf latin dan hijaiyah. Mayoritas mereka akan memilih hijaiyah. Karena bentuknya dan cara membacanya yang berbeda-beda membuat abjad itu tampak berwarna dan mudah dihapal.”

“Saya telan semua bualan itu. Silakan lanjutkan, kalau tidak saya ingin bertanya banyak.”

Aku berpikir sebentar. “Tuhan menurunkan kitab cuma sekali, begitu kan?”

“Setidaknya beberapa agama mengiyakannya,” tanggap Shavia.

“Kalau begitu, mari kita logikakan. Kitab cuma turun sekali, berarti kitab itu tidak boleh ada masa kadaluarsanya. Kitab itu harus berlaku selamanya, itu syarat mutlak yang harus dipenuhi Tuhan kan.”

“Tidak, kecuali dia ingin mempermainkan kita,” tawa Savhia.

“Tentu saja,” aku ikut tertawa. “Tapi sekarang kita membicarakan Tuhan yang menguasai semesta, yang kendali atas dirimupun ada di tangannya. Bukan seperti membicarakan seorang kakak berusia tujuh tahun yang sering menjahili dan mempermainkan adiknya yang balita.”

Masih bersambung. Kepanjangan kalo ditulis di sini. Itung-itung sekalian ngebanyakin postingan B)

 

Tulisan ini salinan dari tumblr saya. Cuma cuplikan cerita sih, dan belum mateng, masih banyak kalimat yang perlu dibenahi. Bukan penulis profesional, hanya berharap menjadi :D. Oh iya, catatan tambahan, saya sangat-amat menghargai komentar yang bernada kontra buat tulisan ini, karena temanya bagi saya agak sensitif 🙂

ichielovesbook
ichielovesbook menulis on Aug 15
kak.., aku nunggu loh..
^_^

missprita
missprita menulis on Aug 16
Aku juga nunggu… nunggu selesai nulisnya ^^

Makasih udah mau nunggu Ichie 🙂

ichielovesbook
ichielovesbook menulis on Aug 16
missprita} berkata

Aku juga nunggu… nunggu selesai nulisnya ^^

Makasih udah mau nunggu Ichie 🙂

ehehe…, kenapa nggak dicopas dari tumblr aja, Kak?

sama2…, ^_^

missprita
missprita menulis on Aug 16

ehehe…, kenapa nggak dicopas dari tumblr aja, Kak?

sama2…, ^_^

Hah? Di tumblr nya aja belum aku tulis… belum aku lanjutin ._. makasih banget ya apresiasinya.

ichielovesbook
ichielovesbook menulis on Aug 16
missprita} berkata

Hah? Di tumblr nya aja belum aku tulis… belum aku lanjutin ._. makasih banget ya apresiasinya.

ooohh…, hehe.., kupikir udah..
sama2, Kakak.., ^_^

virnindyta27
virnindyta27 menulis on Aug 16
Di tunggu lanjutan nya 😀
 

 

 

 

 

Dilihat 23 kali oleh 11 orang, terkini on Nov 22

Iklan

One thought on “Seorang Atheis dan Muslim (3) – Dari Jurnal Multiply

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s