Jurnal Multiply · Salinan Multiply

Rasionalitas 9 Juta Warga Jakarta – Dari Jurnal Multiply

Blog Entri Rasionalitas 9 Juta Warga Jakarta Sep 11, ’12 2:20 PM
untuk semuanya
Meskipun masih dibawah umur buat terlibat di Pilkada DKI putaran kedua minggu depan, saya mau (sok-sokan) ngebahas tentang para cagub kota kelahiran saya yang sangat-amat saya cintai ini.

Keluarga kami emang nggak berdarah Betawi. Tapi nenek-kakek saya udah hijrah ke kota megapoli ini sejak jaman Orde Lama, dan gak pernah kembali ke kampung mereka. Begitu pula saya, sehingga saya hampir selalu (kepedean) ngerasa kalo saya asli ibukota negri cantik ini.

Dan kota tercinta saya ini akan memilih pemimpinnya besok. Dua pasangan calon pemimpin. Satunya asli kota ini, dan yang satunya lagi asing sama sekali.

Tujuh juta orang akan memilih pemimpin kota ini. Tapi sayangnya saya bukan salah satu diantaranya . Belum cukup umur buat dapet hak pilih. Yah, meski begitu, saya kan punya hak buat beropini tentang mereka dan Pilkada ini.

Pemimpin seperti apa yang dibutuhkan kota seperti Jakarta? Kota ranking 3 terpadat di dunia, dengan tingkat kriminalitas tertinggi di negri ini, kota yang cuma dengan luas 656 kilometer persegi yang nampung 9 jutaan manusia, tempat dimana 70% roda ekonomi negara berputar, pusat dari banyak bidang; politik, hiburan, teknologi, dan macam-macam lagi yang lain.

Kota yang lebih daripada ibukota, 656 km persegi dataran rendah beserta pulau-pulau dan lautnya. Aaa aku cinta banget *OOT*

Sepanjang yang saya tau (gak tau juga sih, pengetahuan saya kan gak luas) mayoritas pemilih di Pilkada ini ngedukung Jokowi, bupati Solo itu.

Beliau memang pemimpin yang baik. Lihat saja bagaimana pembangunan kota Solo selama ini. Lihat saja betapa merakyatnya beliau. Dan sekarang, beliau memutuskan meninggalkan kampung kelahirannya dan nyagub di kota megapoli ini.

Akankah Jakarta memilih beliau? Dan apakah beliau cukup baik untuk warga Jakarta?

Beliau sangat baik untuk kota seperti Solo. Lihat aja pembangunan Solo *ceritanya udah pernah ke Solo*. Lalu pemimpin sebaik beliau tiba-tiba datang ke kota kami, lalu nyagub (nge-cagub maksudnya ) di sini dan meninggalkan kampung halamannya.

Beliau meninggalkan kampung halamannya yang penuh dengan orang-orang Solo yang lembut dan sopan, untuk nyoba peruntungan mimpin kota dimana Presiden tinggal bersama 9 juta rakyatnya yang lain. Di kota terpadat ke-empat di dunia. Di kota yang tingkat kriminalitasnya tertinggi di negri ini. Di kota yang penuh langka air dan udara bersih. Di kota dimana 70% roda ekonomi negri ini berputar. Di kota dimana warganya begitu heterogen–jutaan urban dari berbagai penjuru negri dan belahan dunia. Di kota yang senantiasa macet ini.

Beliau datang ke sini sebagai orang yang bener-bener asing (beda dengan beberapa mantan gubernur yang meskipun mereka bukan orang Betawi, tapi mereka mengenal Jakarta karena sebelumnya pernah kuliah di kota ini), dan langsung kampanye besar-besaran agar beliau kepilih jadi Gubernur baru.

Bagaimana kira-kira jadinya Jakarta ini dipimpin orang yang (katanya) jujur, merakyat, sederhana, dengan tambahan orang itu asing sama-sekali dan (keliatannya) nggak tegas? Apakah Jakarta makin sejahtera, atau malah sebaliknya?

Dan bagaimana dengan program pemerintah yang sedang meratakan penduduk agar nggak terpusat di Jakarta doang, kalo pemimpinnya pun adalah seorang urban? Pemerintah lagi mengusahakan pembangunan yang merata. Dan kalo pemimpin sebaik Jokowi mimpin Jakarta… semuanya bisa makin terpusat di sini. Pemimpin yang baik itu yang mengenal apa yang mereka pimpin kan. Seperti Jokowi yang memimpin Solo. Akan sangat baik kalau beliau semakin menyejahterakan kampung halamannya…

Sayang sekali, saya masih kurang satu tahun lagi buat nyoblos…

Cuman opini dari seorang siswi SMK.

iahsunshine28
iahsunshine28 menulis on Sep 19
:))

missprita
missprita menulis on Sep 19
🙂
*senyum balik*
 

 

 

 

 

 

Dilihat 9 kali oleh 6 orang, terkini on Nov 22

Iklan

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s