Jurnal Multiply · Salinan Multiply

Saya Takkan Pajang… – Dari Jurnal Multiply

Blog Entri Saya takkan pajang foto pahlawan dalam ruang kerja saya Nov 20, ’10 8:31 AM
untuk semuanya
“Jika suatu saat saya menjadi anggota DPR, saya takkan memajang foto pahlawan dalam ruang kerja saya.”

Aku ingat siang itu. Siang yang gerah dan terik, dan makin melelahkan ketika bel pergantian pelajaran berbunyi. Bu Lela, guru matematikaku, merapikan bukunya dan keluar kelas. Aku tau, aku memang tak pernah suka matematika, tapi aku jauh lebih tak suka dengan PPKN. Aku tak pernah mampu menghapal pasal-pasal, lembaga-lembaga hukum, dan istilah hukum dan kenegaraan, membuat nilai PPKN ku tak pernah bisa menghembus lega. Otakku memang macet untuk hapalan.

Dan masuklah guru PPKN itu ke dalam kelas. Bukan orang yang cukup penting. Sederhana, dan tak ada yang cukup menarik dari penampilannya.

Beliau memulai pelajaran, menjelaskan materi, dan dua puluh menit pertama berjalan dengan kantuk. Hingga beliau berkata–disela-sela penjelasannya:
“Jika saya menjadi anggota DPR–meski saya tau itu takkan mungkin–saya takkan pernah memajang foto-foto pahlawan dalam ruang kerja saya. Tidak akan.”
“Kenapa, Pak?”
“Lho kok gitu?”
“Wah..?”
Kelas dipenuhi dengungan tanya. Sedangkan beliau hanya tersenyum.

“Saya takkan memajang foto pahlawan,” ulangnya, dan anak-anak semakin penasaran apa yang beliau inginkan dan maksudkan.

“Tapi,” beliau melanjutkan, “Saya akan memajang foto-foto tentang negri. Tentang kelaparan di Papua, tentang bencana gempa di Padang (saat itu memang berita gempa Padang sedang hangat-hangatnya), tentang banjir, dan tentang penderitaan rakyat lainnya.”

Anak-anak masih tak terlalu mengerti.

Beliau terdiam sebentar, “Jika di hati saya terbesit niat korupsi, saya tinggal menatap dinding ruang kerja, dan mendapati pajangan foto-foto penderitaan rakyat, di depan mata. Dan saya akan berpikir, saya tak mungkin tega memakan uang rakyat selagi mereka dalam keadaan begini, hingga akhirnya niat korupsi saya lenyap.”

Kelas terdiam mendengarkan, jelas sudah kenapa beliau tak menginginkan foto pahlawan.

Jika aku hidup untuk diriku sendiri,
aku tak perlu lakukan apapun,
sebab negriku sudah sediakan semua
yang kuperlukan.

Namun tidak, aku tidak hidup untuk diriku sendiri,
aku hidup untuk negriku,
maka aku harus sediakan
yang dibutuhkan negriku;
KEMERDEKAAN

disadur dari harian berbulan-bulan lalu,
Permata Prardian
sumber gambar: garis pembagi
merah putih

madislam
madislam menulis on Nov 20, ’10
matematika asik lo

peace196
peace196 menulis on Nov 20, ’10
Jangan cuma pajang foto rakyat yg susah, bertindak juga buat mereka 🙂

madislam
madislam menulis on Nov 20, ’10
jangan cuma ngomong doank

Dilihat 21 kali oleh 12 orang, terkini on Jun 7, ’11

Iklan

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s