Jurnal Multiply · Salinan Multiply

Seminggu Bersama Sendu – Dari Jurnal Multiply

Blog Entri Seminggu bersama Sendu Jul 31, ’10 4:50 PM
untuk semuanya
Dia masih ada disampingku, tak beranjak sedikitpun dari sampingku. Dialah yang membuatku kehilangan banyak. Dia juga yang membuatku merasa terpuruk sendiri. Dia yang membuatku tak bisa berlari bebas lagi.

Aku tak suka dengannya, sama sekali!

Kutatap sedih langit jingga penuh semburat merah. Kupeluk lututku, yang kotor oleh pasir halus kehitaman. Debur ombak terpecah indah di depanku. Hembusan angin petang menyapu rambutku.

Indah, memang. Satu sore merenung di pantai, memang hal yang menyenangkan. Tapi tidak kalau dia ada disampingku. Aku samasekali tak bisa menikmati keindahan ini. Dia sudah mengganggu ketenanganku.

Aku harus mengusirnya, agar aku bisa nikmati indahnya sore di pantai tanpa ada dirinya.

Perlahan aku menoleh ke arahnya. Dia balas memandangku, tersenyum sok lugu.

“Bolehkah kuminta sesuatu darimu?” pintaku tanpa ekspresi. Dia hanya memandangku, matanya menyiratkan tanya, apa yang kau maksud?

“Aku tak ingin kau disini. Tolong pergilah, Sendu, pergi tinggalkan aku!” seruku langsung padanya, mengutarakan ketidak-sukaanku akan kehadirannya.

“Taukah kau, Sendu?” lanjutku, “Selama kau mengikutiku, selama kau berada di sampingku, Ceria dan Tawa tak lagi mau mendekatiku! Mereka sudah meninggalkan aku, taukah kau kenapa? Tak lain karena kau menghampiriku! Tak henti dampingiku dalam beberapa hari terakhir ini!”

Pilu kutatap kedua sahabatku, Ceria dan Tawa, di seberang pantai disana, berkejaran bersama.

“Pergilah, Sendu, tinggalkan aku disini. Pergilah, agar Ceria dan Tawa kembali temaniku,” usirku. Dia tetap disampingku, duduk menatap kosong ke arah laut.

“Taukah kau, Sendu? Jika kau tetap mendekatiku, sebentar lagi Tangis akan hampiriku, dan teman sejatiku, Semangat, dia akan pergi dariku!”

Aku teringat Semangat, teman sejatiku sejak kecil, yang akhir-akhir ini menjauhiku karena kini aku dekat dengan Sendu.

“Sendu, maafkan aku, tapi bisakah kau pergi, tinggalkan aku disini? Aku benar-benar muak denganmu!”

Kembali kupandangi langit. Semakin memerah dan menggelap. Air mulai tinggi, dan para nelayan sudah mulai bersiap.

“Tolong Sendu, tolong pergilah. Pergilah sejauh mungkin, tinggalkan aku!” kembali aku mengusirnya. Aku takut jika semakin lama ia bersamaku, teman Sendu yang lain, Tangis, akan datangiku.

Aku tak mau itu terjadi…

“Pergilah Sendu!!”

sedang mencoba mengusir sendu
20 Sya’ban 1431

Dilihat 14 kali oleh 9 orang, terkini on May 16, ’11

Iklan

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s