Jurnal Multiply · Salinan Multiply

Sosok Penjaga Budaya Indonesia – Dari Jurnal Multiply

Blog Entri Sosok penjaga budaya Indonesia Feb 6, ’10 4:45 PM
untuk semuanya
Seringkali orang sehebat itu ditemukan bukan dalam sosok seorang artis idola atau pejabat, tapi dalam sosok sesederhana itu.

Ribuan orang mengatakan bahwa idolanya adalah seorang artis atau penyanyi. Jika ditanya kenapa, mereka akan menjawab, “Suara mereka bagus.” atau “Mereka hebat, mampu melakukan banyak hal.” selain itu “Lagunya enak.”

Banyak penyanyi Indonesia yang hanya menyanyikan lagu-lagu bertema cinta dan syahwat. Tak lebih hebat (bahkan) dari dua pengamen yang kutemui tadi pagi.

Pagi itu aku naik metromini, untuk atletik di Rawamangun. Kegiatan rutin bulanan yang diadakan SMP 199. Dan setelah aku dapat tempat duduk yang nyaman, naiklah 2 remaja, satunya membawa gitar. Aku tau apa yang akan mereka lakukan.. Aku menunggu, kira-kira lagu apa yang akan keluar dari bibir mereka. Sebenarnya aku tak terlalu suka musik, tapi kini aku mencoba menebak bagaimana lagu yang akan dinyanyikan mereka. Apa lagu yang sering terdengar di TV (yang membuat telinlgaku sakit karena hentakan nadanya atau lirik lagunya yang tak mencerminkan keberadaban), ataukah lagu ciptaan mereka sendiri yang cukup unik.

Akhirnya terjawablah apa yang mereka nyanyikan. Sebuah lagu dengan pencipta tak dikenal, bernada semangat, dan mengingatkanku pada timur Indonesia. Sajojo. Lagu itu mengalun semangat. Lagu itu memang enak didengar, siapapun yang menyanyikan. Sebab, lagu itu tak butuh suara tinggi atau lembut untuk membuatnya terdengar enak, tapi hanya perlu semangat.

Setelah lagu itu habis, mengalunlah lagu Kambanglah Bungo. Aduh… Kenapa dia bisa apal, padahal aku yang punya darah Minang aja cuma tau judulnya… Memalukan!

Dari potret diatas, betapa sang penyanyi itu tak pantas dijadikan idola, betapa mereka alunkan lagu-lagu bernada cinta dan syahwat, betapa ribuan orang menyatakan bahwa mereka adalah penggemar. Betapa pula remaja sederhana yang bekerja di metromini, masih memegang budaya Indonesia, agar tak gugur atau diklaim sebagai milik orang lain…

Pelindung budaya Indonesia ternyata bukan seorang artis atau penyanyi, tapi seorang pengamen jalanan.

Shafar 1431

dvoxid
dvoxid menulis on Feb 6, ’10
hmmm

writerwannabe
writerwannabe menulis on Feb 6, ’10
aww gurreaaaaatt \m/

joiyo
joiyo menulis on Feb 7, ’10
Dahsyat!
 

 

 

 

Dilihat 16 kali oleh 9 orang, terkini on Jun 7, ’11

Iklan

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s