Jurnal Multiply · Salinan Multiply

Kelas Baru di… – Dari Jurnal Multiply

Blog Entri Kelas baru di semester baru, bukan di tahun ajaran baru Dec 29, ’09 9:08 AM
untuk semuanya
Hah? Kelasnya diacak lagi? Kan ini baru ganti semester, bukan ganti tahun ajaran! Biasanya, kan, para siswa ditempati di kelas berbeda pas tahun ajaran baru!

Pertama aku nggak nyangka. Awalnya dari pembicaraan di Twitter. Temanku, Deva, dia bilang gini:
Image and video hosting by TinyPic

Nah, jelas aku kaget. Hah, diacak? Kenapa bisa? Biasanya pengacakan kelas cuma diadakan setahun sekali, tiap awal tahun ajaran baru. Tapi ini… Nggak tau sebabnya apa, dan bagaimana ceritanya, akhirnya aku nanya ke temen-temenku yang tau, aku masuk kelas berapa.

Tebak masuk mana?

8.1!!!!

Kelasnya gelap (karena letaknya di lantai dua dari tiga lantai), dan lantai dua itu lantai keramat!! Kenapa? Karena kelas-kelas yang terletak di lantai 2, adalah kelas 9.1 sampai 9.6, terus kelas 8nya di pojok gedung! Lagi pula, kalau mau ke kamar mandi lantai 2 (dari 8.1), harus melewati Kawasan Tabu Bagi Kelas Delapan Untuk Lewat. Kenapa begitu? Iya, karena kawasan itu kawasan kelas 9 yang garang-garang. Temenku punya kenangan buruk lewat situ. Dia lagi kebelet banget ke kamar mandi, terus lewat depan kelas 9.2. Nah, pas dia lewat, dia diketawain ama anak-anak kelas 9 (laki-laki) yang ngumpul disitu. Nggak enak banget, kan? Akhirnya dia trauma dan setiap kali mau ke kamar mandi, ia memililh kamar mandi lantai 3. Selain itu banyak hal angker kalau lewat Kawasan Tabu Bagi Kelas Delapan Untuk Lewat (disingkat: kawasan kelas 9).

Sebenarnya sih itu nggak terlalu bermasalah, tergantung apa ABSEN yang kudapat. Atau selain itu, faktor yang paling penting, TEMAN SEBANGKU. Ada seorang teman yang meminta sebangku denganku, untunglah. Jadi masalah teman sebangku sudah selesai. Tinggal pindah ke masalah GURU.

Oke, kadang, nilai bagus bukan tergantung apa yang diajarkan, tapi siapa yang mengajarkan. Kelas 8.1 kemarin dapat diatas 80 untuk matematika ketika UH, itu karena gurunya Bu Lela. Bandingkan dengan kelasku yang nilai tertingginya 68. Aku aja waktu itu 60 *buka aib*. Padahal materi yang diajarkan sama. Ini membuktikan kalau nilai tergantung pada SIAPA yang mengajar, bukan APA yang diajar.

Kuharap hari-hariku di 8.1 berjalan dengan sukses.

adebunga
adebunga menulis on Jan 5, ’10
wah serem juga ya kalau angker begitu..
guru Mtk di kelas kakak pelit nilai atau nggak enak ngajarnya?
Mudah-mudahan kak Prita di kelas yang baru sukses dan ga kehilangan semangat belajar..:D

missprita
missprita menulis on Jan 9, ’10
adebunga} berkata

wah serem juga ya kalau angker begitu..
guru Mtk di kelas kakak pelit nilai atau nggak enak ngajarnya?
Mudah-mudahan kak Prita di kelas yang baru sukses dan ga kehilangan semangat belajar..:D

alhamdulillah, enak gurunya. iya, amiin… makasih ya De.
 

 

 

 

Dilihat 9 kali oleh 5 orang, terkini on Jun 20, ’11

Iklan

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s