Jurnal Multiply · Salinan Multiply

Lantunan Syair Bunda – Dari Jurnal Multiply

Blog Entri lantunan syair sang bunda Apr 18, ’09 3:39 PM
untuk semuanya
ibu punya permata
cantik bersinar indah
ibu merasa
jadi orang kaya
diseluruh dunia
memilikimu…

Tiba-tiba syair itu berputar dalam otakku.

Allah! Aku rindu syair itu, syair yang murni dikarang bundaku sendiri. Syair yang wanita itu nyanyikan tiap malam, dulu. Syair yang indah, yang membuatku tidur lelap dalam buaian bundaku ketika ia melantunkannya.

Syair itu bermakna banget…

Namaku memang Prita Permatadinata, dan itulah yang membuat ibu mampu membuat lagu ‘permata’.

Ibu merasa jadi orang kaya?
Ah, beliau memang orang kaya. Beliau kaya hati, kaya kasih sayang, dan kaya secara materi. Bagaimana ia tidak kaya secara materi? Ia memiliki permata seberat 35 kg yang tak lain adalah aku sendiri, Prita Permatadinata.

Ah Ibu… Kurindu kau lantunkan syair itu lagi.

henidebudi
henidebudi menulis on Apr 18, ’09
Aih prita, cepat besar ya de, jadi kebanggaan Ibunda..

missprita
missprita menulis on Apr 18, ’09
henidebudi} berkata

Aih prita, cepat besar ya de, jadi kebanggaan Ibunda..

amin..

adebunga
adebunga menulis on Apr 18, ’09
Syairnya indah skl kak.

iwananashaya
iwananashaya menulis on Apr 19, ’09
Subhaanallooh… 🙂

qonitaaliyatunnuha
qonitaaliyatunnuha menulis on Jun 1, ’09
Maksudnya apa Kak? Nggak ngerti nih, hehehe ….

missprita
missprita menulis on Jun 6, ’09
maksudnya aku itu kayak permata, karna namaku Prita Permatadinata, kan ada kata ‘permata’ nya, tuh…

iwanji
iwanji menulis on Sep 17, ’09
mmm,ada perbedaan mendasar tentang pemeliharaan ibu kepada anaknya.Ibu merawat anaknya untuk menanti agar anaknya bisa hidup,anak merawat ibunya menanti saat kematiannya…..
Aku punya syair juga lo..

iwanji
iwanji menulis on Sep 17, ’09
Senandung Do’a dari ibu

Takkan lagi delima merekah
Menghangatkan Qalbu
Saat terima duka
Paduka Tuan jangan termangu

Ada embun merintik
Menepuk kedahan bunga
Bunga kuncup dalam mahkota
Seperti air bening
Dimatamu berkaca-kaca
Lalu menetes dalam derai berderai
Seperti embun pagi dalam sejuk menyejuk
Berawan-awan,naik dalam tahta jiwa kelabu

Duhai ,senandung do’a dari Bunda
takkan mampu kubalas

Dilihat 21 kali oleh 10 orang, terkini on Aug 6, ’11

Iklan

Tanggapi dong:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s